Jurnal

Film Dokumenter Band Indonesia image

Film Dokumenter Band Indonesia

Musisi lokal yang keren seperti kita tau sangat melimpah. Tidak jarang dari mereka sangat memerhatikan dokumentasi di setiap latihan ataupun panggung tempat mereka beraksi. Hal-hal tersebut yang kemudian menjadi bekal beberapa band berikut ini untu membuat film dokumenter mengenai band mereka. Berikut tim Rock Nation sajikan untuk kallian.

Generasi Menolak Tua (2010) - Seringai.

Video ini berisi sekumpulan footages konser dari masa ke masa, wawancara personel dan narasumber lain serta video klip. Tentu, di video ini bakal banyak adegan liar yang nggak mungkin bisa masuk ke televisi.

Kalian yang memulai perjalanan sebagai Serigala Militia, ada baiknya menonton film ini dulu. 

“Seringai adalah satu-satunya band berdistorsi yang berhasil bergabung  dalam scene yang baru berkembang itu,” kata Wendy Putranto, jurnalis musik yang diwawancara di film ini.



We Will Bleed (2013) - Burgerkill.

Tidak hanya berisi catatan sejarah terbentuknya band dan wawancara personil saja, film dokumenter yang kurang lebih sepanjang 90 menit ini juga menampilkan cerita dan testimoni dari para mantan personil.

Film yang masa pembuatannya sampai 5 tahun ini dirilis ketika usia Burgerkill sudah 17 tahun. Salah satu misi lain dari film dokumenter ini adalah untuk mengenang mendiang Ivan Scumbag yang pernah menjadi vokalis Burgerkill yang tak tergantikan.



White Shoes & The Couples Company di Cikini  (2016) - White Shoes & The Couples Company.

Film ini sajian utamanya adalah dokumentasi konser mereka di konser WSATCC Konser di Cikini pada Agustus 2015. Tapi, persiapan mereka di belakang panggung, serta wawancara tiap personel tentang riwayat band juga menjadi sangat penting dan menarik.

Film ini adalah garapanWSATCC dan RURU Corps bekerjasama dengan Digilive. Yang bertugas menjadi sutradara adalah Henry Foundation.



Berdansa Bersama Shaggy Dog (2012) - Shaggy Dog.

Shaggydog sudah terbentuk sejak 1997. Mereka menjadi salah satu ikon musik Yogyakarta. 

Perjalanan kariernya pun menarik untuk disimak. Memulainya dengan jalur indie, Shaggydog pernah mencicipi berkarya lewat major label.

Namun akhirnya mereka memilih balik untuk indie lagi, bahkan sampai bikin label rekamannya sendiri. Di tahun ke-15, Shaggydog merilis dokumenter ini berisi kisah perjalanan karier mereka selama itu.



A Documentary of Mocca: Life Keeps on Turning  (2011) - Mocca.

2011 adalah tahun penting bagi Mocca. Pasalnya, sang vokalis, Arina, memilih ikut suaminya tinggal di Amerika Serikat.

Di tahun ini pula mereka memutuskan untuk vakum sejenak.

Film dokumenter ini berisi kumpulan rekaman video panggung-panggung terakhir Mocca, termasuk panggung rahasia mereka yang digelar di kampus Itenas, tempat Mocca pertama kali terbentuk.

Marching Menuju Maut (2013) - BRNDLS.

Film ini dirilis pada ulang tahun BRNDLS di perayaan ultah mereka ke-12. Isinya adalah cerita perjalanan band mereka dari awal banget. Bahkan, sempat diceritakan ketika mereka masih memakai nama The Motives.

Ada sejumlah wawancara dengan musisi-musisi Indie tentang Brndls. Film ini juga minim sensor, jadi banyak kata-kata “liar” dan aksi-aksi nakal selama di panggung.  



Be Seen and Be Scene - Pee Wee Gaskins.

Kalian pasti tau kalau band pop punk Jakarta ini pernah manggung di Jepang pada Agustus 2012. Nah, dokumenter yang judulnya diambil dari salah satu lagu mereka ini berisi tentang catatan perjalanan mereka selama di Jepang itu.

Siapa juga yang tidak bangga bisa manggung di konser sekelas Summer Sonic. Film ini digarap oleh Arndriyanto Dewo dan Tika Pramesti. Pada 2013, Pee Wee Gaskin merilis teaser dari film dokumenter ini. 



Penulis: Bagus

Design: Bagus