Jurnal

Cover Album Ikonik Yang Menjadi Identitas Sebuah Band image

Cover Album Ikonik Yang Menjadi Identitas Sebuah Band

Terkadang kita melihat berbagai desain sebuah kaos yang menarik, namun seringkali kita bahkan tidak menyadari atau tahu bahwa desain tersebut merupakan sampul album sebuah band. Begitu kuatnya sebuah desain sampul album, beberapa di antaranya bahkan sudah dianggap sebagai bagian dari pop-culture. Tidak ada salahnya mengenakan merchandise band dengan desain cover album menarik yang kita suka tanpa harus tahu atau mendengarkan album itu sendiri. Tapi mari kita coba telaah mengenai sejarah di balik desain sebuah sampul album ikonik. Sebuah desain yang saat melihatnya langsung bisa kita kenali dan asosiasikan dengan sebuah band tertentu walaupun tidak mencantumkan nama band pemilik albumnya.

Mari kita bahas secara singkat beberapa desain ikonik yang sudah lekat menjadi identitas beberapa band.

The Velvet Underground & Nico – The Velvet Underground & Nico

Ini adalah gambar pisang yang paling populer sepanjang masa. Bahkan untuk mereka yang tidak suka musik, paling tidak pernah melihat gambar pisang yang satu ini sekali dalam hidupnya. Gambar pisang ini tentu saja merupakan hasil karya sang seniman ternama Andy Warhol yang pada saat itu juga menjadi manajer The Velvet Underground. Figur ternama yang berada di balik movement yang kita kenal sebagai pop-art ini adalah sosok yang membuat gambar pisang itu dan kemudian menempelkannya di sampul album pertama band kesayangannya. 

Sayangnya album yang dirilis pada tahun 1967 itu mencatat angka penjualan yang buruk. Di 5 tahun pertama perilisannya, album ini hanya terjual sebanyak 30.000 kopi. Namun terlepas dari rendahnya angka penjualan tersebut, The Velvet Underground & Nico sekarang dikenal luas sebagai salah satu album terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah musik populer.

Pink Floyd – Dark Side Of The Moon

Ketika pemain keyboard Pink Floyd, Richard Wright meminta desainer grafis, Storm Thorgerson, untuk membuat sampul album ini, Wright meminta sesuatu yang sederhana dan elegan. Thorgerson bersama dengan timnya di Hipgnosis, grup desain seni yang berbasis di London, kembali dengan apa yang dianggap sebagai salah satu desain paling ikonik dan berkesan untuk sebuah album. 

Dispersi cahaya melewati prisma ini terinspirasi dari buku pelajaran Fisika yang dilihat oleh desainer Thogerson. Secara khusus, George Hardie, yang juga anggota dari Hipgnosis, menggambar ilustrasinya. Desainnya telah menjadi logo khas Pink Floyd, karena secara halus bersinggungan dengan penataan cahaya pada konser Pink Floyd yang spektakuler dan sangat terkenal. Pink Floyd segera menyetujui karya seni itu; Roger Waters kemudian menyarankan cahaya prisma diperluas ke sisi lain sampul album, menghubungkan keduanya dengan detak jantung, seperti yang terlihat pada monitor jantung. Agar yang melihatnya bisa melacak sinar memanjang, dan mengikuti cahaya multi-spektral saat membuka album ini.



Joy Division – Unknown Pleasures

Unknown Pleasures adalah album debut dari band post-punk legendaris Joy Division. Apa yang sering kita lihat tercetak di atas kaos merchandise band ini sebetulnya adalah desain untuk sampul album Unknown Pleasures yang dirilis pada tahun 1979. Desainnya sederhana, gambar ini adalah diagram dari serangkaian gelombang berwarna putih yang ditumpuk, dengan latar belakang hitam dengan posisi di tengah, seolah-olah berada dalam kotak yang statis. Citra gelombang tersebut, merupakan visualisasi data yang menunjukkan rangkaian periode frekuensi radio. Didesain oleh Peter Saville, yang saat itu berusia 22 tahun dan baru saja lulus kuliah. Saat ditawari untuk mendesain sampul album itu, dalam pikirannya hanya ingin membuat sesuatu yang betul-betul ia inginkan. Siapa yang menyangka, lebih dari 40 tahun sejak dibuat, hasil karyanya menjadi sesuatu yang sangat ikonik dan menjadi bagian penting dari kultur pop. Hingga saat ini, setiap kali kita mengunjungi festival musik pasti akan ada 1 atau 2 orang yang datang memakai kaus dengan desain cover dari album Unknown Pleasures.

Bad Brains – Bad Brains

Bagaimana kalau kita menobatkan desain cover album debut Bad Brains sebagai artwork yang paling sering di rip-off? Desain ini sudah di rip-off oleh banyak sekali band, terutama mereka yang ada di skena hardcore-punk. Bahkan grup hip hop sekaliber Wu-Tang Clan juga pernah memodifikasi desain cover album ini untuk desain merchandise mereka. Album debut swanama yang dirilis pada tahun 1982 ini merangkum esensi dari apa itu Bad Brains dan pengaruh mereka untuk skena hardcore-punk di masa mendatang. Cepat, agresif, vulgar, dan meledak-ledak! Sungguh bertolak belakang dengan kota asal mereka Washington D.C, terutama di zaman Ronald Reagan. Sampul album, yang dibuat oleh Donnell Gibson dan Jay Jones, menampilkan sambaran petir yang menghantam gedung ibu kota negara dalam skema warna khas Rastafarian. 

Minor Threat – Out Of Step

Album Out of Step bisa dipandang sebagai salah satu dari sepuluh album hardcore Amerika yang paling penting, baik dari segi musik maupun pengaruhnya secara keseluruhan

Awalnya Minor Threat menginginkan sampul Out of Step yang diilustrasikan oleh artis punk terkenal Brian “Pushead” Schroeder, tetapi kemudian mereka memutuskan untuk mengambil arah berbeda, dan meminta bantuan seorang teman yang juga siswa sekolah seni bernama Cynthia Connolly.

Desain ikonik Connolly dengan gambar domba hitam yang melompat dari sekawanan domba putih menjadi simbol tepat untuk pemberontakan kaum muda. Ini adalah karya "branding" yang langsung dapat dikenali. Desain ini juga sangat kontras dibandingkan kebanyakan desain album punk awal tahun 80-an yang lebih brutal. Dalam sebuah wawancara, Cynthia Conolly menceritakan bahwa kambing hitam melambangkan kita semua, anak-anak yang melakukan sesuatu yang berbeda, melawan arus dari apa yang sedang terjadi saat itu. 

Sonic Youth – Goo

Dirilis pada Juni 1990, Goo adalah album studio keenam dari Sonic Youth dan debut major label mereka. Desain sampul album Goo dikerjakan oleh seniman Arizona, Raymond Pettibon, saudara dari pentolan dan gitaris Black Flag Greg Ginn. Kim Gordon telah menjadi pengagum gaya tinta India Pettibon sejak melihat karyanya di fanzine pada awal 80-an. Desain sampul album yang banyak diparodikan ini, digambar tangan, didasarkan pada foto surat kabar Maureen Hindley dan David Smith, saksi kunci dalam persidangan pembunuhan Moors 1966 yang melibatkan pembunuh berantai Myra Hindley dan Ian Brady.  

Dibandingkan dengan karya Pettibon sebelumnya yang menampilkan grafis berisi kekerasan, desain sampul album Goo relatif lebih sopan. Kekerasan masih ada, namun hanya berbentuk tekstual. Tiga kalimat yang tertulis menciptakan narasi yang menarik untuk dua sosok hitam dan putih tanpa nama.

The Smashing Pumpkins – Mellon Collie and the Infinite Sadness

Ada berbagai pembahasan panjang mengenai cover album album Mellon Collie and the Infinite Sadness, sebuah opus yang dirilis oleh The Smashing Pumpkins pada tahun 1995. Namun ini versi singkatnya. Tokoh Mellon Collie adalah seorang gadis yang tidak pernah benar-benar ada: bidadari bintang yang melamun dengan kepribadian ganda.

Penciptanya adalah John Craig, seorang ilustrator dari Pittsburgh yang tinggal di Wisconsin saat dia mulai berkomunikasi dengan vokalis Billy Corgan. Mereka membicarakan tentang elemen visual apa yang dapat menghidupkan Melon Collie. John Craig adalah seorang seniman kolase yang telah menghabiskan sebagian besar karirnya melakukan komisi editorial untuk majalah; di sini, dia bekerja dari catatan coretan dan sketsa kasar Corgan, yang sebagian besar datang melalui faks. Craig membuat ilustrasi lain yang muncul di seluruh kemasan album — hewan yang merokok pipa, benda angkasa dengan wajah, anak-anak bandel yang berjalan di alam mimpi yang menakutkan — semuanya dengan kualitas yang agak antik. Tapi untuk gambar sampulnya, sosok seorang gadis terpaut di rakit surgawi, adalah yang paling sederhana dan mengesankan.

Converge – Jane Doe

Album yang dirilis pada tahun 2001 ini menjadi salah satu album ikonik di skena hardcore-punk global. Kalau kita mendatangi gig hardcore, ada kemungkinan besar seseorang yang datang memakai kaus Converge dan hampir dapat dipastikan dia mengenakan kaus dengan gambar Jane Doe. Sampul album Jane Doe dikerjakan oleh vokalis Jacob Bannon, menggunakan potongan kolase dan tumpukan ratusan gambar yang difoto kopi dan dicat ulang sebelum akhirnya mendapatkan image yang sesuai dengan tema lirik di album ini. 20 tahun setelah album ini dirilis, seorang model asal Perancis bernama Audrey Marnay menyatakan bahwa dirinya adalah sosok Jane Doe. Dia menunjukkan fotonya yang muncul di majalah Marie Claire edisi Italia pada tahun 2001 dengan ekspresi dan tampilan yang sama. Menurut Marnay, dia berpose untuk fotografer Jan Welters untuk foto yang muncul di majalah edisi Mei 2001 itu. 

Pengakuan sang model sempat membuat kehebohan karena misteri siapa sosok Jane Doe sesungguhnya akhirnya terkuak. Hingga akhirnya vokalis Jacob Bannon mengakui bahwa foto tersebut memang benar menjadi salah satu sumber yang digunakan untuk menciptakan image sampul album Jane Doe.

Tame Impala – Currents

Robert Beatty adalah seniman yang membuat desain artwork Currents, album Tame Impala yang dirilis pada tahun 2015. Beatty yang tinggal di Lexington, Kentucky memiliki lusinan contoh sampul dan ilustrasi fantastis dalam portofolionya. Atas saran Kevin Parker dari Tame Impala, Beatty mendasarkan sampul album ini pada fenomena yang dikenal sebagai "vortex shedding." Dalam dinamika fluida, vortex shedding terjadi ketika suatu objek mengganggu aliran udara atau air, seperti pusaran yang terbentuk ketika sungai melewati batu. Tapi karena tidak ada gambaran "kehidupan nyata" tentang hal tersebut, representasi yang terdekat adalah sebuah model matematika dari prinsip tersebut. 

Secara abstrak, Beatty tidak memilih objek atau adegan yang sudah dikenal, dan mengarahkan kita untuk berpikir tentang album sebagai pengalaman bentuk daripada, sebagai cerita atau adegan. Artinya, garis dan bentuk yang bergetar pada desain sampul ini tidak terlalu banyak memuat makna konkret dari liriknya, melainkan untuk memperhatikan interaksi antara bentuk dan lintasan melodi, ritme, dan tekstur. Proses visual dan suara yang dihadirkan oleh album Currents sangat menarik karena Beatty dan Parker mampu menggugah kita dengan memanipulasi elemen yang relatif sederhana. Bentuk, warna, dan gradien, atau melodi melingkar dan pola ritmik singkat diterjemahkan menjadi sebuah desain sampul album yang memikat.