Jurnal

Leo Fender : Handal Membuat Gitar, Tidak Memainkannya image

Leo Fender : Handal Membuat Gitar, Tidak Memainkannya

113 tahun silam, Clarence Leonidas Fender lahir di Anaheim, California, Amerika Serikat. Lelaki yang lebih dikenal dengan nama Leo Fender itu adalah sang pencipta Fender, salah satu gitar elektrik paling terkenal di dunia. Rasanya, hampir setiap gitaris di muka bumi ini pernah memainkan gitar Fender atau setidaknya tahu gitar Fender. Berikut tim Rock Nation sajikan sedikit cerita mengenai Leo Fender sang maestro gitar Fender.

 

Bakat seorang Leo Fender sudah tercium saat dia masih remaja, saat berusia 13 tahun Leo Fender sudah tertarik pada segala sesuatu yang berkaitan dengan elektronik. Di usia yang terbilang masih sangat belia, Leo sudah membuka kios servis radio kecil-kecilan di rumah orangtuanya.

 

Leo menempuh pendidikan dengan kuliah akuntansi di Fullerton College. Setelah lulus kuliah Leo pun bekerja sebagai seorang akuntan, Leo pun tidak berhenti menjalani hobinya dalam bidang elektronik.

 

Pada tahun 1938 dengan uang pinjaman senilai USD 600 Leo kembali ke kota kelahirannya di Fullerton. Di sini Leo membuka usaha perbaikan alat elektronik Fender Radio Service. Kemahiran Leo memperbaiki perangkat elektronik membuat namanya terkenal. Beberapa musisi memesan perangkat yang dapat mengubah suara gitar akustik menjadi gitar listrik.

 

Ide untuk menciptakan gitar elektrik baru muncul ketika Leo bertemu dengan Clayton Orr Kauffman atau Doc Kauffman yang merupakan seorang penemu gitar lap steel dan seorang inventor yang bekerja di pabrik gitar Rickenbacker. Dari perkenalan itu, selanjutnya Leo mengajak Kauffman untuk bekerjasama menciptakan gitar elektrik di bawah K&F Manufacturing Corporation

 

Berkat kerjasama tersebut, pada tahun 1944 mereka akhirnya mematenkan gitar elektrik dengan merk Fender. Pada tahun 1949, Leo menyelesaikan prototipe gitar listrik. Gitar itu kemudian dipasarkan pada tahun 1950. Gitar buatan Leo dengan satu pickup diberi nama Esquire yang kemudian berganti menjadi Fender Broadcaster. Beberapa tahun kemudian, lahir Fender Telecaster dengan dua pickup.

 

Pada tahun 1953, Fender mulai mengerjakan sebuah proyek baru lagi yaitu model Stratocaster, gitar yang menjadi salah satu gitar paling laris di dunia sejak pertama kali diluncurkan.

 

Sayang, kesehatannya memburuk akibat sinusitis dan Leo memutuskan menjual perusahaannya di tahun 1965. Setelah berobat dan sembuh, Leo mendanai pendirian sebuah perusahaan lain yang ia beri nama Music Man. Lagi-lagi Leo membuktikan dirinya sebagai "empu" gitar yang mumpuni. Ia membidani bass StingRay yang menjadi salah satu andalan Musicman hingga kini.

 

Tahun 1979, Leo dan kawan lamanya, George Fullerton, membuat perusahaan G&L. Mereka membuat gitar yang tak jauh berbeda dengan tampilan Telecaster dan Stratocaster, namun memiliki teknologi yang lebih baik.

 

Banyak gitaris-gitaris kelas dunia yang memainkan gitar Fender serta menjadikan gitar fender sebagai senjata utama mereka, antara lain Ritchie Blackmore, Eric Clapton, Yngwie Malmsteen, Stevie Ray Vaughan, David Gilmour, dan masih banyak lagi gitaris yang memainkan gitar Fender.

 

Terdapat fakta unik dibalik penciptaan gitar yang telah melahirkan gitaris-gitaris kelas dunia ini, yaitu sang pencipta, Leo Fender, tidak pernah bisa bermain gitar dan bahkan Leo Fender tidak pernah belajar bermain gitar sehingga dia tidak bisa memainkan ciptaan-nya sendiri. Tak hanya gitar, Leo juga membuat gitar bass, dan amplifier. Bahkan, ampli buatan Leo jadi pedoman bagi produsen amplifier sekelas Marshall dan Mesa Boogie.

 

Leo meninggal dunia pada 21 Maret 1991 akibat penyakit parkinson yang dideritanya. Setahun berselang, namanya dicatatkan dalam daftar Rock and Roll Hall of Fame, sebuah prestasi yang bisa dibilang unik.


Penulis : Bagus
Design : Adam