Jurnal

Festival Musik Dengan Tragedi Mengerikan image

Festival Musik Dengan Tragedi Mengerikan

Belakangan ini, konser musik rapper Travis Scott yang bertajuk Astroworld Festival menjadi sorotan publik. Hal itu karena konser tersebut justru memakan banyak korban yang meninggal dunia. Diketahui terdapat delapan orang meninggal saat menyaksikan konser yang digelar pada 5 dan 6 November 2021 di Houston, Texas, Amerika Serikat.

 

Faktanya, selama konser banyak penonton berdesakan saling merebutkan posisi di depan panggung. Kabarnya, konser tersebut dihadiri oleh 50.000 orang.

 

Rupanya sebelum konser Travis Scott itu beberapa acara musik lainnya juga pernah memakan korban. Berikut tim Rock Nation berikan beberapa konser musik atau festival musik denga tragedi yang mengerikan. Berikut tim Rock Nation berikan beberapa  konser dengan tragedi mengerikan.

 

Konser The Who (1979)

Pada tanggal 3 Desember 1979 The Who dijadwalkan untuk tampil di Stadion Cincinnati Riverfront. Sebanyak 18.000 tiket ludes terjual. Anehnya pihak penyelenggara hanya menyediakan 25 petugas kepolisian untuk mengawal belasan ribu masa tersebut.

 

Konser dijadwalkan mulai pukul 20.00. Namun, hingga pukul 19.45 pihak penyelenggara belum juga membuka pintu masuk konser tersebut. Tak lama terdengar suara band The Who yang sedang melakukan persiapan di atas panggung. Alhasil para penonton yang tak sabar langsung mendobrak pintu masuk dan saling berebut untuk mendapatkan tempat terdepan. Atas kejadian tersebut, dilaporkan 11 orang meninggal akibat terinjak-injak dan berdesakan.

 

Monster of Rock (1988)

Monster of Rock edisi tahun 1988 adalah festival yang sangat dinantikan oleh penggemar musik di Inggris. Konser ini merupakan perayaan sepak terjang musik rock di dunia. Sayangnya, konser ini berujung maut. Dihadiri 10 ribu fans, Guns N Roses menjadi band yang paling ditunggu saat itu. Kondisi venue yang tidak bersahabat dan ditimpali cuaca yang ekstrim membuat tanah jadi berlumpur. 2 penonton ditemukan tewas setelah terjebak lumpur dan terinjak-injak penonton lainnya saat GNR tampil.

 

Peristiwa mengerikan ini membuat promotor mengurungkan niatnya untuk mengulangi konser tersebut di tahun berikutnya. Akhirnya episode berikutnya dibatalkan.

 

Woodstock (1999)

Konser satu ini adalah konser yang paling terkenal di muka bumi ini. Woodstock selalu dikenal oleh fans dengan pesan cinta dan damainya, tetapi tahun 1999 lalu saat Korn, RATM hingga Limp Bizkit menjadi line-up di sana, pesan cinta dan damai yang ingin disampaikan oleh konser ini tidak tersampaikan. Woodstock 1999 lebih identik dengan kekerasan, kebakaran, hingga pelecehan seksual.

 

Konser Pearl Jam (2000)

30 Juni tahun 2000, mungkin jadi salah satu hal yang paling dilupakan oleh personil Pearl Jam sampai saat ini. Band yang dikenal sangat mencintai dan menghargai penggemarnya ini harus berduka, setelah konser mereka di Roskilde, Denmark menelan 9 nyawa fans mereka.

 

Penonton benar-benar tak terkendali saat Pearl Jam di atas panggung. Akhirnya 9 nyawa melayang akibat terdesak dan terinjak-injak oleh penonton lain. Eddie Vedder sempat meminta penonton tenang, akhirnya konser tersebut diberhentikan dan atas peristiwa itu, Pearl Jam membuat lagu tribute untuk fansnya yang meregang nyawa dengan judul Love Boat Captain.

 

Konser Damageplan (2004)

Tidak selamanya musibah dalam konser disebabkan oleh penonton yang membludak atau cuaca yang tidak bersahabat. Konser Damageplan justru lebih mengerikan walau tidak ada kedua unsur tersebut. Konser ini diadakan di Colombus, Ohio 8 Desember 2004 silam. Dimebag Darrel dihujani beberapa tembakan di kepalanya oleh pria bernama Nathan Gale. Penembakan itu pun belum diketahui apa motifnya.

 

Glastonbury (2005)

Hampir semua penggemar musik di berbagai belahan dunia pasti ingin bisa hadir di festival musik satu ini. Bagaimana tidak, Glastonbury menjanjikan dan menyajikan aksi panggung dari banyak musisi ternama dari seluruh dunia. Tapi, tidak untuk Glastonbury tahun 2005 silam. 600 tenda portable ambruk diterpa cuaca buruk dan hujan sepanjang hari, venue yang sudah terlihat seperti lapangan bola yang tak terawat.

 

Love Parade (2010)

Love Parade ini sudah sangat dikenal sebagai pestanya penggila techno musik. Namun kisah event musik techno yang diprakarsai di negara Jerman ini harus berakhir pada tahun 2010 setelah menjadi penyebab kematian 19 penontonnya.

 

Event love Parade saat itu digelar di sebuah terowongan di kota kecil Duisberg, Jerman. Bodohnya event yang dihadiri oleh 1 juta lebih penonton itu hanya menyediakan satu pintu, untuk masuk dan keluar.

 

Alhasil jumlah penonton yang kian bertambah membuat orang lain yang telah berada di dalam panik. Kekacauan mulai terjadi. Orang-orang mulai mencoba menyelamatkan diri masing-masing, meskipun satu-satunya jalan keluar saat itu adalah naik ke atas jembatan dan menyebabkan mereka saling berebutan.

 

Indiana State Fair (2011)

Selain ulah penonton liar, cuaca menjadi salah satu penyebab utama dari musibah dalam konser. Contohnya adalah bagaimana angin memporak porandakan venue Indiana State Fair 2011 lalu. Para penonton sebenarnya sudah mendapatkan peringatan dari pihak keamanan tentang cuaca buruk tersebut. Akhirnya apa yang diprediksi pihak kemanan terjadi, panggung roboh akibat angin yang berhembus kencang dan berakibat 5 penonton meninggal dan puluhan lainnya luka-luka.

 

Pukkelpop (2011)

Hanya 5 hari setelah peristiwa mengerikan Indiana State Fair, peristiwa serupa terulang lagi di Pukklepop Festival Belgia. Sama persis, angin besar menjadi penyebab utama runtuhnya panggung. Akhirnya 5 orang menjadi korban meninggal, 70 lainnya luka-luka dan beberapa musisi yang harusnya tampil memilih mundur, salah satunya Eminem.

Penulis : Bagus

Design : Geordy