Jurnal

Control : Kehidupan Singkat Ian Curtis image

Control : Kehidupan Singkat Ian Curtis

Dibuat dengan nuansa hitam putih film ini menceritakan tentang kisah seorang vokalis dari band ternama Joy Division, Ian Curtis. Ada keindahan di balik puisi-puisi yang dilontarkan oleh Ian Curtis, yang di film ini diperankan dengan cukup apik oleh Sam Riley. Demikian pula ada keunikan dan kekuatan dari gaya panggung Ian di setiap penampilannya.

Film ini didasarkan pada kisah nyata tentang kehidupan Ian Curtis yang ditulis oleh istrinya. Joy Division adalah band yang populer di era ’70an. Dan orang-orang belakang layar film ini adalah orang-orang yang pernah dekat dengan Ian. Selain Debbie istrinya, Anton Corbjin sang sutradara dulunya adalah fotografer Joy Division. Demikian juga beberapa produser yang terlibat. Sementara musiknya juga digarap oleh New Order, yang merupakan eks Joy Division. Seperti di film, Ian Curtis meninggal karena bunuh diri. Ian meninggal di usia yang masih sangat muda, 23 tahun. Ian dan Deborah bertemu dan menjalin cinta di usia yang masih sangat belia, 16 tahun dan memutuskan menikah 3 tahun kemudian.

Ian Curtis adalah sosok pemuda yang mencintai dunia musik dan sastra, terlihat piringan hitam David Bowie sedang ia nikmati di dalam kamarnya dengan satu batang rokok yang ia hisap sambil tiduran. Selain itu juga sticker James Morrison dan buku-buku yang juga terpampang di dalam kamar Ian.

Ian Curtis, juga dikenal sebagai seorang pemurung yang selalu dipenuhi pertanyaan tentang eksistensi. Di tengah masa-masa pencarian jati diri, ia jatuh cinta dengan Debbie (Deborah), kekasih sahabatnya. Tanpa pikir panjang, mereka kemudian memutuskan untuk menikah di usia yang masih sangat muda.

​​

Sebagai pecinta musik yang memiliki impian yang sangat tinggi Ian Curtis menjadi musisi hebat, Ian Curtis bergabung dengan ketiga temannya  yang membentuk band bernama “Warsaw”. Ian menjalani debut pertamanya bersama Warsaw dengan membawakan lagu “Leaders of men” dipanggung pertamanya. Setelah mereka berhasil menarik perhatian penonton yang menghadiri panggung pertamanya, mereka memutuskan untuk memasuki dapur rekaman dengan nama baru yaitu Joy Division. Nama Joy Division sendiri diambil dari nama bordil yang digunakan tentara Jerman di perang dunia ke 2.

Joy Division menghadirkan gaya yang khas, dengan lirik lagu yang terkesan ‘pesimis’, namun nikmat didengar. Penampilan Ian menjadi hal yang menonjol, hingga tak berlebihan bila kita menyebutnya sebagai maskot dari grup ini.

Film ini juga menceritakan latar belakang dari ciri khas aksi panggung vokalis band Joy Division tersebut yang terkenal seperti penyakit epilepsi. 

Dramatisnya film, meski popularitas grupnya menanjak naik tajam, hingga mendapat kesempatan melakukan tur di Amerika, namun masalah kesehatan (epilepsi) yang dideritanya, masalah cinta, semua seolah bagaikan palu yang menghantam dirinya bertubi-tubi, hingga mengakhiri jiwanya.


Penulis : Bagus

Design : Geordy