Jurnal

Royalti Musik Untuk Tempat Umum di Indonesia image

Royalti Musik Untuk Tempat Umum di Indonesia

Buat kalian yang sudah lama bergelut di bidang musik, mungkin sudah tidak asing bahkan paham dengan jenis-jenis royalti dalam musik. Tapi, untuk yang baru masuk ke bidang ini, apa mereka semua paham dengan hal bernama royalti?

Jika dilihat secara definisi, royalti adalah sejumlah uang yang merupakan hak ekonomi sang pencipta lagu, atau pemegang hak cipta lagu yang dibayarkan oleh pengguna lagu (orang yang menggunakan lagu), kepada pengelola untuk mendapat lisensi pengumuman lagu.

Mudahnya, royalti ini merupakan sejumlah uang yang harus diterima oleh pencipta sekaligus pemegang hak cipta lagu, dari pihak yang menggunakan lagu tersebut.

Hanya saja, jenis-jenis royalti dalam musik sendiri sangat banyak, kurang lebih ada 13 jenis yang wajib diketahui oleh kalian yang berkutat di bidang musik.

Di Indonesia, pemerintah baru saja mengeluarkan peraturan terkait Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Maret 2021 lalu. Dalam aturan tersebut memuat tentang kewajiban pembayaran royalti bagi setiap orang yang menggunakan lagu dan/atau musik secara komersial ataupun layanan publik.

Royalti dibayarkan kepada pencipta atau pemegang hak cipta lagu dan/atau musik melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Salah satu pihak yang wajib membayar royalti lagu adalah penyelenggara konser musik, pemilik supermarket dan pemilik hotel. 

  1. Penyelenggara Konser

Untuk penyelenggara konser yang memberlakukan tiket kepada pengunjungnya simulasi besaran pembayaran royalti musiknya, yakni adalah hasil kotor penjualan tiket x 2 persen + dengan tiket yang digratiskan x 1 persen. Sedangkan untuk penyelenggara konser yang tanpa pemberlakuan tiket kepada para penontonnya harus membayar royalti lagu dengan hitung-hitungan total biaya produksi x 2 persen.

  1. Pemilik Toko

Bagi pemilik supermarket, pasar swalayan, mal, toko, distro, salon kecantikan, pusat kebugaran, arena olahraga dan ruang pamer besaran royalti yang harus dibayarkan sebagai berikut:

  • Ruangan seluas 500 meter persegi pertama dikenakan biaya Rp 4.000/meter (untuk royalti pencipta lagu) dan Rp 4.000/meter (untuk royalti hak terkait) 

  • Ruangan 500 meter persegi selanjutnya dikenakan biaya Rp 3.500/meter (untuk royalti pencipta lagu) dan Rp 3.500/meter (untuk royalti hak terkait) 

  • Ruangan 1.000 meter persegi selanjutnya dikenakan biaya Rp 3.000/meter (untuk royalti pencipta lagu) dan Rp 3.000/meter (untuk royalti hak terkait) 

  • Ruangan 3.000 meter persegi selanjutnya dikenakan biaya Rp 2.500/meter (untuk royalti pencipta lagu) dan Rp 2.500/meter (untuk royalti hak terkait) 

  • Ruangan 5.000 meter persegi selanjutnya dikenakan biaya Rp 2.000/meter (untuk royalti pencipta lagu) dan Rp 2.000/meter (untuk royalti hak terkait) 

  • Ruangan 5.000 meter persegi selanjutnya dikenakan biaya Rp 1.500/meter (untuk royalti pencipta lagu) dan Rp 1.500/meter (untuk royalti hak terkait) 

  • Penambahan selanjutnya dikenakan biaya Rp 1.000/meter (untuk royalti pencipta lagu) dan Rp 1.000/meter (untuk royalti hak terkait). 

Sedangkan untuk pemilik hotel dan fasilitas hotel, besaran pembayaran royalti musiknya sebagai berikut: 

  • Jumlah kamar 1-50 dikenakan tarif royalti Rp 2 juta/tahun 

  • Jumlah kamar 51-100 dikenakan tarif royalti Rp 4 juta/tahun 

  • Jumlah kamar 101-150 dikenakan tarif royalti Rp 6 juta/tahun 

  • Jumlah kamar 151-200 dikenakan tarif royalti Rp 8 juta/tahun 

  • Jumlah kamar di atas 201 dikenakan tarif royalti Rp 12 juta/tahun 

  • Resort, hotel eksklusif dan hotel butik dikenakan tarif royalti lumpsum per tahun Rp 1,6 juta.

Nantinya, pengelolaan royalti lagu tersebut akan dilakukan oleh LMKN berdasarkan data yang terintegrasi pada pusat data lagu atau musik. Setiap orang yang menggunakan lagu atau musik dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersial dapat mengajukan permohonan lisensi kepada pemegang hak cipta atau pemilik hak terkait melalui LMKN.

Sebagaimana bunyi Pasal 11 Ayat (1) PP Nomor 56 Tahun 2021, diberikan keringanan tarif royalti kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang secara komersial menggunakan lagu dan/atau musik. LMKN akan berkoordinasi untuk menetapkan besaran royalti sesuai dengan kelaziman dan keadilan.

Dalam ketentuannya di Pasal 14, royalti yang dihimpun LMKN digunakan untuk tiga hal, yakni didistribusikan kepada pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait yang telah menjadi anggota LMKN dana operasional dan dana cadangan.

Penulis : Bagus

Design : Geordy