Jurnal

Illustrator Yang Telah Mendunia Dengan Karyanya image

Illustrator Yang Telah Mendunia Dengan Karyanya

Kalimat ‘don’t judge a book by its cover’ merupakan sebuah ungkapan yang merujuk pada fase penilaian sebuah subjek tertentu. Tapi hal itu tak menjadi patokan mutlak di industri musik. Album yang berkualitas sudah sewajarnya memiliki deretan materi-materi yang mumpuni. Lewat aransemen serta lirik yang relevan jadi nilai plus tersendiri, menentukan kapasitas si pemusik.

Namun jangan salah, selain unsur kedalaman track, terkadang sebagian penggemar musik menganggap keberadaan sampul album amatlah vital pada karya seorang musisi. Artwork atau seni visual album dianggap sebagai representasi baik atau tidaknya sebuah opus musik dinilai secara fisik. Maka dari itu, peran artworker dalam pembuatan ilustrasi gambar atau artwork sangatlah penting. Berikut tim Rock Nation berikan deretan artworker yang terkenal mendunia karena karyanya.



Pushead.

Bagi penggemar ranah hardcore punk dan heavy metal tentu sudah tak asing dengan pseudonim Pushead alias Brian Schroeder. Ya, karya-karya seni visualnya telah membahana bertebaran di rak-rak CD maupun kaset di toko musik cadas. Ia pun sempat berkolaborasi dengan jajaran musisi-musisi rock tenar dalam pengerjaan artwork di sampul album. Sebut saja Metallica - St. Anger, The Misfits - Cuts From the Crypt hingga Travis Barker - Give the Drummer Some adalah hasil karya milik Pushead.

Selain ber-okupasi sebagai seniman visual handal, Pushead juga dikenal luas sebagai vokalis band hardcore punk Septic Death. Seluruh artwork sampul unitnya dikerjakan semua olehnya. Ia memiliki coretan seni khas berupa objek tengkorak yang mendetail. Selain itu dirinya sempat didaulat mendesain edisi spesial merek sepatu kenamaan Nike.

 

Ed Repka.

Buat para penggemar khazanah heavy metal tentu akrab dengan maskot ikonis milik Megadeth, Vic Rattlehead. Berwujud anatomi tengkorak lengkap menggunakan atribut kaca mata berlempeng metal, rantai besi yang mengelilingi sekujur telinga serta mulut yang terjahit rapi oleh bahan metalik.

Mungkin banyak yang tak mengetahui jika Vic merupakan hasil olah kreasi seni dari ilustrator asal negeri Paman Sam, Ed Repka. Beberapa artwork pada album-album penting Megadeth dikerjakan oleh tangan Repka. Salah satunya adalah Holy Wars... The Punishment Due dan Rust in Peace.

Ed Repka juga sosok yang bertanggung jawab akan sampul-sampul diskografi awal dari Death, serta album thrash metal tersohor, seperti Eternal Nightmare milik Vio-lence, Hazardous Mutation dari Municipal Waste, dan Hell on Earth milik Toxic Holocaust.

 

Dan Seagrave.

Sudah umum kalau genre death metal identik dengan visual kematian, okultisme dan kegelapan. Di periode tahun 90-an sempat bertebaran karya-karya sampul bergambar eksplisit nan mencekam. Dan Seagrave lah yang bertanggung jawab.

Mayoritas artwork pada sampul musik yang ia garap merupakan album dari unit-unit paling berpengaruh dalam sejarah kancah death metal. Daftar album penting seperti Suffocation - Effigy of the Forgotten, Morbid Angel - Altars of Madness, Entombed - Left Hand Path, Carnage - Dark Recollections, dan Hypocrisy - Penetralia adalah sekumpulan karya artwork buah hasil dari tangan dinginnya.

 

John Dyer Baizley.

Mundur satu dekade ke belakangan, banyak bermunculan band-band metal generasi baru yang kian ramai memeriahkan panggung musik cadas dunia. Beberapa di antaranya memiliki sampul album yang khas dan menarik. Jika ditelisik terdapat sosok yang berpengaruh dalam penyebaran massal artwork tersebut. Ia adalah John Dyer Baizley.

Selain menekuni dunia seni visual, ia juga tergabung di dalam unit metal progresif Baroness. Karya Baizley dapat dilihat di deretan album milik Kvelertak, Kylesa, Darkest Hour, dan tentunya keseluruhan karya musik Baroness.

 

Arik Roper.

Karya artwork metal tak harus bernuansa penuh kengerian dan kegelapan. Hal ini telah dibuktikan oleh ilustrator beken asal New York, Arik Roper. Berkat dirinya, seni visual album yang ditampilkan sudah masuk ke fase level yang berbeda.

Perpaduan unsur spiritual dan surreal secara gamblang diwujudkan ke dalam goresan tintanya. Mayoritas band-band metal ‘pemabuk’ seperti Earth, Sun O))), High on Fire hingga Grand Magus adalah klien penting Roper. Karyanya paling terkenal adalah reissue album Dopesmoker milik unit stoner rock papan atas, Sleep. 

 

Joe Petagno.

Lahir 1 Januari 1948, Joe Petagno adalah seorang seniman yang dikenal terutama karena menciptakan gambar-gambar yang digunakan di sampul album heavy metal, untuk band-band seperti Motörhead, Marduk, Nightshade, dan Illdisposed.

Petagno dilahirkan di Portland, Maine dan meninggalkan Amerika Serikat pada 1972. Ia lantas bekerja pada Hipgnosis sebelum bertemu dengan Lemmy Kilmister dari Motörhead pada 1975. Ia kemudian mendesain Snaggletooth untuk album Motörhead dan kemudian juga mendesain hampir semua sampul album Motörhead.

Pada 1979, Petagno mengadakan pameran keliling, disponsori oleh Syah Iran, mengunjungi Prancis dan bertemu dengan partnernya, Sanne, di Denmark, di mana ia tinggal sekarang. Ia juga pernah mendesain satu set kartu permainan yang dijual dengan nama The Deck of Death.

 

 

Derek Riggs.

Dia mulai menggambar dan melukis sedini mungkin. Dia juga bersekolah di sekolah seni, tetapi dia dikeluarkan setelah mengeluh tentang kursus melukis itu. Prestasi Riggs yang paling terkenal adalah karyanya dengan Iron Maiden dan karyanya dari Eddie, maskot band dan subjek sampul album dan single mereka. 

Gambar pertama Riggs tentang Eddie awalnya berjudul "Electric Matthew Says Hello,"dan sebenarnya dilukis untuk kemungkinan sampul punk. Manajemen Iron Maiden menemukannya saat melihat-lihat portofolio Riggs, dan memintanya untuk menambahkan rambut ke gambar agar tidak terlihat seperti punk. 

Gambar yang dihasilkan digunakan untuk album debut, Iron Maiden, dirilis pada 1980, dan Riggs terus bekerja dengan Iron Maiden sepanjang 1980-an dan memasuki tahun 90-an, menciptakan banyak sampul album terkenal milik band. Pada tahun 1992, bagaimanapun, band memutuskan untuk menerima kontribusi dari artis lain untuk album mereka berikutnya, Fear of the Dark, menghasilkan masukan yang jauh lebih sedikit dari Riggs dalam beberapa tahun terakhir.

Penulis : Bagus

Desain : Geordy