Rock Recruitment: Graphic Designer

by Gilang on Nov 22, 2018


Rock Recruitment: Warehouse Staff

by Gilang on Nov 22, 2018


Rock Recruitment: Sales Associate

by Gilang on Nov 22, 2018


ROCK17AN

by Admin on Aug 17, 2018

#ROCK17AN

Merayakan hari kemerdekaan Indonesia, hari ini Rock Nation mengadakan promo DISCOUNT 17% FOR ALL ITEMS + GRATIS ongkos kirim ke seluruh pelosok Indonesia.

Ketentuannya dibawah ini :

  1. Berlaku untuk minimum pembelanjaan Rp. 450.000 dalam satu kali transaksi
  2. Berlaku untuk pembelian langsung di Toko Rock Nation dan pembelian online melalui web atau SMS/WA/Line, diskon akan dihitung secara otomatis.
  3. Promo ini hanya berlaku untuk hari ini 17 Agustus 2018 selama 8 jam, mulai pukul 10.00 - 18.00 WIB
  4. Gratis ongkos kirim menggunakan kurir JNE servis Reguler.

Dirgahayu Indonesia!


Musisi Dunia Yang Pernah Bermasalah Dengan Aksi Protes

by Mariyos A.F; Illustrasi oleh Gilang F on Aug 14, 2018



Ketika musik digunakan sebagai tujuan politik, baik itu berbentuk dukungan ataupun perlawanan, menjadikan musik tidak hanya sebagai harmonisasi nada, bahkan melampaui batas – batas harfiahnya sebuah musik. Musik tidak hanya sekedar teks. Tetapi lebih dari itu, musik menjadi pesan dan media mengekspresikan ketidakpuasan.

Lagu “bongkar” karya Iwan fals adalah salah satu bukti nyata bahwa musik tidak hanya sebagai harmonisasi nada dan kumpulan teks yang ditinggal begitu saja. Walaupun secara aktif lagu bongkar tidak memberi pengaruh terhadap perubahan situasi sosial-politik Indonesia, tetapi disisi lain lagu ini menjadi sebuah semangat yang mampu mendorong gerakan – gerakan mewakili ketidakpuasan mereka terhadap cacatnya kondisi sosial - politik negara.

Tidak hanya Iwan Fals, jika ditarik kebelakang hingga berpuluh tahun yang lalu, begitu banyak musisi Indonesia menjadikan musik sebagai media kritik dan protes, dengan gaya musik mereka masing-masing, sebut saja Harry Roesli atau kelompok – kelompok orkes sekelas PSP dan PMR.

Di era keterbukaan ini, dengan media yang bisa diakses siapa saja, kita dimudahkan menemukan musisi berkarakter kuat, mengusung tema kritik dan protes. Skena Independent yang semakin meluas dan membabi buta, menambah warna dan pilihan baru bagi musik Indonesia.

Bahkan saat ini musisi dengan lirik kritik dan protes telah sampai pada titik “turut ikut kejalan”. Di Indonesia sendiri, pada abad ke 21 ini, musisi dengan lirik kritik dan protes terhadap isu sosial-politik telah banyak beralih fungsi. Mereka juga ikut dalam beberapa aksi membantu dan mengambil peran masing – masing. Sebut saja seperti, Marjinal, Efek Rumah Kaca, atau musisi – musisi Bali dengan semangat perlawanannya.

Berkaca pada negara barat, dibawah ini adalah beberapa musisi dunia yang turut andil dalam aksi protes terhadap situasi negara mereka bahkan berakhir dengan penangkapan.

5. Tom Morello – Rage Against The Machine

“Saya telah bermain diratusan protes. Saya telah berbaris dipuluhan piket line. Saya telah memetik gitar saya di demonstrasi yang tak terhitung banyaknya. Saya telah ditangkap beberapa kali. Tapi saya pikir sekarang adalah waktunya untuk beristirahat. Saya memiliki seorang putra berusia 16 bulan yang merangkak di lantai dan seorang bayi laki-laki lain yang akan dilahirkan kapan pun, jadi saya memutuskan untuk membatasi perjalanan, protes dan gonjangan.” Tulis Tom Morello kepada Rolling Stone.

Pria yang namanya besar bersama Rage Against The Machine ini sudah malang - melintang di dunia musik dan pergerakan. Salah satu panggung fenomenalnya ketika tampil di aksi protes bertajuk Democratic Convention 2000. Pada tahun 2006, Tom Morello ditangkap oleh pihak kepolisian berserta 400 orang lainnya yang terlibat dalam aksi protes hak pekerja hotel imigran.

"Di zaman kegelapan politik, penting bagi kita untuk berdiri satu sama lain," kata Morello kepada MTV News sebelum aksi itu berlangsung. Dalam aksi tersebut setidaknya ada sekitar 2000 protester yang terlibat aktif, dengan usia rata-rata 17 tahun.

4. Paul Simonon

Pada tahun 2011 , Sebuah rencana explorasi minyak dikawasan lautan Arctic akan dilaksanakan. Proyek ini dilakukan oleh perusahaan minyak Inggris dengan mencari minyak hingga kedalaman 500 kaki. Hal tersebut menjadi permasalahan baru, karena perusahaan minyak tersebut menolak untuk mengungkapkan bencana akibat tumpahan minyak dari proyek itu, dan Greenpeace dengan cepat menyikapinya.

Greenpeace merupakan organisasi lingkungan non pemerintahan. Semenjak tahun 1971, organisasi ini konsisten dengan tujuannya "memastikan kemampuan Bumi untuk memelihara kehidupan dalam segala keragamannya".

Paul Simonon saat bekerja sebagai aktivis Greenpeace menyamar di atas kapal mereka. Bassist The Clash ini menghabiskan beberapa minggu di MV Esperanza, menyamar sebagai juru masak. Paul Simonon adalah salah satu dari 18 aktivis yang ditangkap pada bulan Juni, setelah kapal Esperanza meluncurkan speedboat di pengeboran minyak Leiv Eriksson yang di lepas di pantai Greenland.

3. Chrissie Hynde “The Pretenders” dan PETA

Di negara Eropa, KFC telah lama dikecam oleh berbagai organisasi perlindungan hak hewan. Restoran ayam cepat saji itu diduga melakukan beberapa pelanggaran ketika proses produksinya. Namun, dari pihak KFC telah menjelaskan bahwa proses produksi mereka telah melewati standar UK dan Eropa.

People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) adalah organisasi perlindungan hak hewan terbesar di dunia, dengan members mencapai 6,5 juta. PETA bekerja dengan menyelesaikan berbagai permasalahan seperti pembunuhan kejam binatang pengerat, burung, dan hewan lain yang sering dianggap sebagai "hama" serta kekejaman terhadap hewan peliharaan.

Pada tahun 2004, Chrissie Hynde bersama PETA ditangkap oleh pihak kepolisian ketika sedang memimpin aksi protes kepada KFC di Perancis. Penangkapan tersebut bukan tanpa dasar. Frontmant The Pretenders itu bersama masa lainnya mengotori dan melempari jendela KFC dengan Darah. Hingga saat ini Chrissie menjadi icon bagi organisasi sekelas PETA, sebagai benteng terdepan menolak kekejaman dan melindungi hak-hak hewan.

2. Nina Simone

Pada tahun 1957 – 1975 , Vietnam sedang dalam keadaan yang tidak aman. Ego para penguasa antara Vietnam Selatan dan Vietnam Utara mengakibatkan perang yang cukup lama. Pada masa itu, Amerika Serikat sebagai negara dengan kekuatan yang mempuni mengambil peran dengan ikut menjadi sekutu Vietnam Selatan.

Nina Simone sebagai seorang musisi yang geram dengan sikap Amerika mendukung perang di Vietnam, melakukan aksi dengan tidak membayar kewajiban ke negara selama tahun 1971 hingga 1973. Tindakan tersebut dilakukannya dengan alasan bahwa pajak yangndibayarkannya hanya dijadikan sebagai dana dukungan perang Vietnam. Pada akhirnya Nina Simone ditangkap dan di dakwa atas tindakannya.

1. Joan Baez


Dalam sebuah wawancara Joan Baez mengungkapkan,  ”Aku hanya mau bilang, bahwa di dalam hidupku, hal yang membuat hidupku terasa bermakna dan disana saya merasa sempurna, bukanlah melalui uang dan ketenaran, melainkan ketika berdiri di hadapan mereka yang suaranya tidak didengarkan dan saya bisa melakukan sesuatu untuk hal itu.”

Joan Baez merupakan musisi yang selalu menyuarakan kritik dan perlawanan terhadap perang. lagu-lagu yang ia ciptakan direalisasikan dalam bentuk aksi nyata. Joan Baez membuktikan bahwa dia adalah seorang pengunjuk rasa perang yang gigih. Dia dipenjara berkali – kali selama masa-masa perang Vietnam. Hingga pada tahun 1967, ketika Unjuk rasa di seluruh bagian Amerika sedang terjadi, Joan Baez beserta 40 pengunjuk rasa anti – perang ditangkap. Selama 10 hari ia berada dalam tahan akibat mengambil bagian didalam aksi tersebut.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sebut saja nama besar seperti Koes Bersaudara. Pada tahun 1965, memoria kita kembali pada peristiwa penangkapan Koes Bersaudara ketika sedang memulai panggungnya di depan duta besar dan militer-militer Amerika Serikat, Lagu Beatles yang ia bawakan berakhir dengan kerusuhan dan penangkapan. Hal tersebut bukan tanpa dasar, melainkan sebuah usaha untuk menjaga, merawat dan melindungi budaya Indonesia. Sejarah telah mencatat peristiwa ini.

Iwan Fals, lagu demokrasi nasi yang ia ciptakan mampu menyentil tingkah-tingkah pemerintah orde baru. Akibatnya, banyak panggung yang ia kunjungi berujung dengan boikot dan penangkapan.


Kado Lebaran Rock Nation

by Admin on Jun 14, 2018



Kado Lebaran Rock Nation.

Diskon 10% untuk semua produk dan Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia.

Hanya berlaku untuk pembelian online melalui webstore www.rocknation.id.

Syarat dan ketentuannya dibawah ini :

  1. Registrasi di web bagi yang belum
  2. Belanja minimal Rp. 399.000
  3. Pada saat checkout di web, diskon dan gratis ongkos kirim akan muncul secara otomatis.
  4. Periode Promo 14 - 19 Juni 2018
  5. Gratis ongkir menggunakan JNE Reguler
  6. Pembayaran via Bank Transfer atau Kartu Kredit
  7. Barang pesanan akan dikirim tanggal 20 Juni 2018

Selamat Lebaran dan Liburan! :)


Ramadhan Rock Sale 2018

by Gilang on May 30, 2018

Ramadhan Rock Sale 2018 
Discount 30% untuk semua produk yang ada di website www.rocknation.id
Periode Promo 31 Mei - 3 Juni 2018

Syarat dan ketentuan :

  • Untuk minimum pembelanjaan Rp. 599.000
  • Berlaku untuk pembelian Offline dan Online melalui webstore
  • Diskon akan dihitung otomatis pada saat checkout di Web
  • Untuk pembelian online, batas transfer adalah 2 Jam sejak pemesanan
  • Untuk pembelian online melalui SMS, WA & Line@ akan dilayani pukul 09.00 - 18.00.
  • Untuk pembelian online sistem pembayaran dengan Bank Transfer atau Kartu Kredit.
  • Untuk pembelian offline, toko buka seperti biasa pukul 09.00 - 18.00 WIB.